Search

Transportasi di Bima Juga Terputus Akibat Banjir, Ekonomi Lumpuh

Bima - 104.378 warga mengungsi dari kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, Kota Bima kembali diterjang banjir setinggi 1 meter hingga 3 meter pada Jumat (23/12) setelah dua hari sebelumnya banjir besar juga terjadi di wilayah itu.

"Masyarakat yang awalnya sudah kembali ke rumah dari pengungsian kembali mengungsi karena adanya banjir susulan pada Jumat siang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/12/2016).

Akses komunikasi dan suplai listrik juga mati di Kota Bima. Akses transportasi terputus dan aktivitas ekonomi lumpuh. Sementara perkantoran dan sekolah diliburkan.

Kepala BPBD NTB Muhammad Rum mengatakan, banjir di Kota Bima menyebabkan 105.758 jiwa terdampak di 5 kecamatan (33 kelurahan) dan 104.378 jiwa mengungsi. 5 kecamatan yang terdampak itu meliputi Kecamatan Rasanae Timur, Mpuda, Raba, Rasanae Barat, da Asokata.

"Saat ini sebagian banjir telah surut. Hanya menyisakan genangan dan lumpur. Sebagian besar pengungsi telah pulang kembali ke rumahnya masing-masing. Perkantoran dan sekolah diliburkan. Aktivitas pasar belum ada yang buka karena juga ikut terendam banjir. Listrik masih padam dan jaringan komunikasi juga belum pulih. Kondisi ini juga menyebabkan kendala dalam penanganan. Pendataan terus dilakukan," ujar Mahammad Rum.

Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa meninggal dan hilang akibat banjir. Fasilitas kesehatan yang rusak meliputi 4 puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 29 polindes dan 1 kantor labkesda. Obat-obatan dan sarana medis ikut terendam banjir sehingga diperlukan bantuan obat-obatan dan tenaga medis.

Upaya penanganan darurat banjir terus dilakukan oleh BPBD, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemenkes, Kemensos, Kemen PU Pera, Tagana, SKPD Kota Bima, NGO, dunia usaha, relawan seperti dari PKPU, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Senkom Polri dan lainnya, dan masyarakat. Masa tanggap darurat selama 14 hari hingga Rabu (4/1/2017).

Rum mengatakan, distribusi bantuan pangan disalurkan melalui kelurahan.Dapur umum lapangan telah dibuka di 4 lokasi oleh TNI, BPBD dan Tagana, dan rencana akan dibuka dapur umum lapangan di 2 lokasi oleh PMI.

BPBD NTB telah memberikan bantuan pangan 3 truk dan 1 paket obat untuk korban banjir. BPBD Kabupaten Dompu memberikan bantuan logistik 1 truk. BPBD Kabupaten. Sumbawa Barat mengirim bantuan logistik 2 truk. Pemda Provinsi NTB memberikan bantuan Rp 4,2 miliar untuk difokuskan pada bantuan pangan dan logistik. Sedangkan PMI, NGO dan relawan juga telah mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

BNPB terus mengirimkan bantuan ke Kota Bima. Kepala BNPB Willem Rampangilei telah memerintahkan jajarannya untuk segera mengirim bantuan yang diperlukan BPBD.

"Tim Reaksi Cepat BNPB yang sudah ada di Kota Bima agar menghitung berapa kebutuhan logistik dan peralatan disana. Perkuat terus BPBD. Jangan sampai ada masyarakat yang kekurangan dan tidak mendapatkan bantuan," kata Willem Rampangilei.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji, permakanan, sandang, air bersih, terpal, tikar, selimut, obat-obatan, sarung, mukena, alat-alat kebersihan rumah tangga, dan lainnya.
(idh/try)


Transportasi di Bima Juga Terputus Akibat Banjir, Ekonomi Lumpuh
http://ift.tt/2hlqZaY

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Transportasi di Bima Juga Terputus Akibat Banjir, Ekonomi Lumpuh"

Post a Comment

Powered by Blogger.